JAM SEMBILAN PAGI, KEBAYA DAN RUANGAN YANG PENUH PEPAT.... ADA PENGANTIN GUGUP, TAMU-TAMU BERSEMANGAT: DAN RUMAH TUA DI TENGAH-TENGAH JAKARTA MENJADI SAKSI TERCIPTANYA KELUARGA BARU.\\\\r\\\\n\\\\r\\\\n5 tahun sejak pertama bertemu sudah berlalu. Bulan Januari ini, ada anak yang kabur, diary yang dibongkar, rahasia yang dibagi, dan pernikahan. Sekali lagi menelusuri kota dalam ingatan, kali ini…
Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapnya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap makna dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P-anak lelaki yang pandai sekali bermain gitar. Perjumpaan Ava dengan P, dan petualang…
"JAM TIGA DINI HARI SWEATER, DAN JALANAN YANG GELAP DAN SEPI ADA PETA. PETUNJUK DAN JAKARTA MENJADI TEMPAT YANG BELLUM PERNAH KAMI DATANGI SEBELUMNYA." Mawar, hyacinth biru, dan melati. Dibawa balon perak, tiga bunga ini diantar setiap hari ke balkon apartemen Emina. Tanpa pengirim, tanpa pesan; hanya kemungkinan adanya stalker mencuriga-kan yang tahu alamat tempat tinggalnya. Ketika tanp…