Aku Tak Membenci Hujan Terlahir dari sebuah kesalahan, dibenci tanpa alasan, dan dianggap tidak berharga oleh sang ibu membuat Karang Samudra Daneswara hidup dirundung duka la tidak pernah menginginkan apa pun di hidupnya kecuali kasih sayang dari Andira Deepa-ibu kandungnya. Berbagai penolakan dan perlakuan kaser sering Karang dapatkan, tetapi Karang masih tetap menjadi sosok yang mengha…
Ancika dia yang bersamaku tahun 1995 "Dia memang punya masa lalu, tetapi saya punya Dilan." -Ancika Ancika ini, pacarnya Dilan. Mereka saling mengenal setelah Dilan sudah tidak lagi berpacaran dengan Lia. Ya, gitu deh, mau gimana lagi, drama kehidupan namanya juga. Pilihan dibuat, bisa benar, bisa salah. Kita ini hanya manusia dan hidup hanya permainan. Mendingan baca aja. Inilah kisah…
ODONG-ODONG NEGERI SULAP Agus Dermawan T, kritikus dan penulis puluhan buku budaya dan seni, mengawali dunia penulisannya lewat sastra puisi dan cerita pendek. Setelah menerbitkan buku Sekumpulan Puisi Pantang Kabur, kini ia mengumpulkan 30 cerpennya dalam Odong-odong Negeri Sulap. Cerpen ciptaan 1980 sampai 2022 ini membawakan berbagai tema seru: dari fragmen sosial, drama keluarga, hor…
Gimana rasanya menjadi murid berhijab satu-satunya di SMA bergengsi di Korea Selatan? Awalnya muncul insecurity karena diri ini menjadi minoritas. Dan aku pun kena overthinking karena sistem wajib belajar dari pagi sampai malam-apa aku bisa bertahan dan lulus dari sekolah ini? Di usia 15 tahun, aku mendapatkan beasiswa penuh di sekolah yang aku ga sangka adalah SMA terkompetitif di Korea …
"Yaaah, énté Kab, kalow soal Kopid nyang bisé bikin mati aje solidaritas secuil, pegimané amé ekonomi nyang cumak bikin miskin?" "Saking miskinnya terus mati jugak nantinya kan?" "Iyalah, miskin dulu baru koit..." "Mati pelan-pelan namanya Dul." "Yo-i, mati pelan-pelan..." "Sukab dan kawan-kawan adalah warga kota yang meskipun fiksi- onal bisa kita temukan salinannya di dala…
Kisah Murid paling Bahagia "Dia tuan senyum, Rin. Dia dikenal sebagai Siswa Paling Bahagia. Aku sudah berada di kelasnya selama dua tahun, dan aku belum pernah melihatnya depresi. Suer." ucap Cintya pada Karin. “Hmm.. paling bahagia? Kayak Aa Galang,” kata anak kelas sepuluh itu. "Pasti Galanglah! Dua tahun ekskul basket, enggak pernah que lihat dia sedih. Bahkan waktu hidungnya berdarah g…
Pak Haji Qosim menyodorkan satu kantong plastik berisi uang lima puluh ribu kepada Bram. "Aku mempercayakan ini padamu, Bram. Aku percaya padamu. Kamu dulunya preman, tapi sekarang kamu sudah bertobat... uang ini tidak bisa kamu curi, kan?" Esoknya, Galang menghampiri Bram. "Bram... tadi pagi Pak Haji Qosim kirim WA, katanya uang sumbangan buat masjid sekolah dititip sama kamu, ya?" Tanya Galan…