Text
Melogika rasa
"Nggak pakai logika sih, jadinya kebawa perasaan terus, kan?"
Pernahkah kalian mendengar nasihat semacam itu?
Kebanyakan dari kita menganggap bahwa terlalu menggunakan rasa justru akan membuat hidup kita kian sulit. Gampang baper, gampang emosian, nggak bisa melihat segala sesuatu dengan jernih. Padahal, mau nggak mau, hidup kita memang didominasi oleh perasaan.
Pada dasarnya, perasaan bukanlah sesuatu yang harus dihindari.
Justru dengan mengoptimalkan kekuatan rasa, segala hal yang nggak mengenakkan dalam hidup bisa kita hindari, kendalikan, bahkan kita manfaatkan untuk mendapatkan berbagai keberuntungan.
Melogika Rasa akan mengajak kita untuk membangun kesadaran demi mengolah penderitaan menjadi energi yang memberdayakan.
"Buku ini tentang menjadi manusia yang beroperasi sebagai manusia, dengan cara berkesadaran agar semakin memahami lebih utuh apa-apa yang ada dalam dirinya."
-Prasetya M. Brata, Neuro-Semantics Trainer dan Meta-Coach,
CEO IntiMakna
"Ibarat bug atau eror di program komputer, ternyata ada juga bug dalam diri yang membuat kita merasa tidak nyaman. Buku ini mengajakmu menelusuri bug-bug dalam diri dan cara menghadapinya." -@welldonemusthofa, bookstagrammer
"... mengoerai materi tentang RASA dengan simpel sehingga lebih moedah dipeladjari oleh siapa poen, termasoek orang awam."
-Noeryanto A. Dhipuro, founder Suwoeng Therapy
Tidak tersedia versi lain