Text
Semangat sumpah pemuda
Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.\" Kata-kata Bung Karno itu bukan sekadar retorika tanpa makna. Bagaimanapun, Bung Karno tahu betul kekuatan dahsyat pemuda yang berhasil mengguncang kemapanan kolonialisme Belanda. Saat Bung Karno memimpin Partai Nasional Indonesia (PNI), ia baru berusia 26 tahun. Saat Bung Hatta mendirikan Perhimpunan Indonesia (PI), usianya baru menginjak 25 tahun. Usia mereka muda, tetapi gagasan, visi, dan cita-cita mereka melampaui zamannya. Kekuataan pemuda bukan terletak pada usia, melainkan pada kekuatan cita-cita mereka.\r\n\r\nTanpa cita-cita, pemuda Indonesia tidak akan sukses menggelar Kongres Pemuda. Kongres Pemuda adalah momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia. Lebih dari sekadar mempertemukan para pemuda dengan latar belakang berbeda, Kongres Pemuda telah menghasilkan rumusan Sumpah Pemuda. Rumusan Sumpah Pemuda inilah yang kemudian menegaskan eksistensi bangsa Indonesia. Semangatnya menjadi embrio kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia.\r\n\r\nSumpah Pemuda harus dimaknai sebagai titik tolak perjuangan para pemuda. Momentum sejarah ini telah menegaskan peran besar pemuda bagi kelahiran bangsa Indonesia. Pada usia yang masih belia, para pemuda telah berhasil mengesampingkan ego mereka, menanggung risiko, dan menanamkan mimpi besar bagi tanah air mereka. Melalui buku Semangat Sumpah Pemuda, pembaca diajak menyelami peran pemuda dalam proses perjuangan bangsa Indonesia. Buku ini memberikan motivasi kepada pemuda agar terus berkarya dan mendedikasikan diri untuk nusa dan bangsa.
Tidak tersedia versi lain