Novel ini bercerita tentang kisah penantian, harapan , dan cinta. Pertemuan Asyam dengan Syema Kilic menumbuhkan kembali harapan hidupnya yang tengah tenggelam setelah kepergian ayahnya. Cinta pada pandangan pertama. Sayang, belum sempat rasa hatinya tersampaikan, penembakan misterius di sebuah pagelaran budaya internasional di mana gadis pujaannya ikut berpartisipasi, mengubah hidup Asyam. …
Saat senja tiba, aku baru keluar dari kandang. Mataku sembap dan Pak Zul melihatku. Ia bertanya ada apa, namun aku tidak ingin merepotkan dirinya. Kutinggalkan kambing-kambing itu dan mandi secepatnya di rumah. Aku tidak melihat Mintuo. Aku menunggunya hingga mengantuk, tetapi ia belum juga pulang malam itu dan aku tidur dengan pertanyaan tentang kulkas yang dibeli dengan upahku.